Apa Itu Kontrak Asuransi Jiwa? Simak Penjelasannya Disini

kontrak asuransi jiwa

Bertemu lagi dengan kami Asuransi Jiwa Surabaya, kali ini kami akan membahas mengenai Kontrak Asuransi Jiwa. Asuransi jiwa saat ini sudah menjadi sebuah kebutuhan setiap orang. Namun dalam prinsipnya asuransi tetaplah sebuah bisnis yang harus ada unsur saling menguntungkan diantara kedua belah pihak. Kontrak asuransi jiwa adalah dokumen penting yang bisa menjembatani kepentingan kedua belah pihak dalam asuransi.

DAFTAR ASURANSI JIWA DAN ISI FORMULIR DISINI

Daftar Asuransi Jiwa dan Isi Form di https://asuransijiwa.xyz/pendaftaran/ atau menghubungi nomor HP/WA : 081803081010

Apa Itu Kontrak Asuransi Jiwa?

Apa Itu Kontrak Asuransi Jiwa?
Sumber foto : Insurancily.com

Bagi Anda yang hendak untuk membeli produk asuransi, sudah menjadi hal wajib  untuk mengetahui istilah-istilah didalamnya. Hal ini dimaksudkan agar saat membeli produk asuransi, Anda sudah paham tentang tujuan dan hal-hal yang penting.

Kontrak asuransi jiwa adalah sebuah perjanjian yang kondisional. Yang artinya pihak asuransi wajib untuk menanggung kerugian dari pihak insured atau nasabah yang telah mengalokasikan dananya dengan membayarkan premi sebagai timbal baliknya. Hal ini dikarenakan kontrak dari asuransi memiliki sifat unilateral.

Secara garis besar, kontrak asuransi dapat diartikan sebuah perjanjian yang memiliki kekuatan hukum dan bersifat legal. Di dalam kontrak ini terdapat pernyataan-pernyataan yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak dan harus ditaati oleh keduanya. Perlu digaris bawahi, bahwa kontrak asuransi jiwa berbeda dengan polis asuransi jiwa. Kontrak asuransi jiwa memiliki tenggat waktu biasanya 1 tahun atau 12 bulan yang mana selanjutnya harus diperbarui melihat kondisi yang ada. Sedangkan dalam segi penggunaan bahasa, kontrak ini juga tidak bersifat baku sehingga memiliki formalitas yang rendah.

Itulah tadi pengertian kontrak asuransi jiwa. Meskipun memiliki pengertian yang sama yakni sebuah perjanjian.

Baca Juga : Pahami Mekanisme Asuransi Jiwa yang Benar Secara Lengkap

Elemen dalam Kontrak Asuransi Jiwa

Elemen dalam Kontrak Asuransi Jiwa
Sumber foto : Freepik.com

Dalam sebuah kontrak ini terdapat setidaknya 5 elemen yang harus ada. Hal ini tentunya dengan mempertimbangkan manfaat bagi nasabah dan juga manfaat bagi pihak asuransi. Beberapa elemen dalam kontrak asuransi jiwa adalah:

1. Penawaran dan Penerimaan

Kontrak ini sah apabila terdapat unsur penawaran dan juga penerimaan. Artinya di dalam sebuah kontrak harus secara jelas menerangkan antara pihak yang menawarkan dan pihak yang menerima manfaat dari penawaran tersebut.

Dalam sebuah asuransi jiwa, pihak insured (calon nasabah asuransi jiwa) menawarkan kepada perusahaan asuransi yang dipilih untuk menanggung resiko jika pihak insured meninggal dunia. Sebaliknya pihak insurer yaitu perusahaan asuransi menerima penawaran tersebut. Hal ini lah nanti yang akan dituangkan ke dalam kontrak ini.

Terdapat 2 jenis kontrak yang dapat dibuat dalam elemen ini yaitu kontrak tertulis yang merupakan jenis kontrak yang umum dibuat karena terdapat bukti fisiknya dan kontrak lisan yang dapat dibuat namun sangat sulit untuk membuktikan pernyataan yang dibuat dalam kontrak lisan jika ada yang melanggarnya.

Dalam pembuatan kontrak asuransi jiwa di proses penerimaan dan penawaran, peran agen asuransi sangatlah signifikan yaitu:

a. Express Authority

Kewenangan untuk mempercepat proses penandatangan kontrak asuransi. Diantaranya:

  • Bertindak sebagai wakil perusahaan asuransi untuk menyetujui beberapa klausul asuransi.
  • Kewenangan layaknya agen.
  • Komisi penjualan.
  • Mempunyai kontrak.
  • Membatalkan kontrak.

b. Implied Authority

Kewenangan tambahan yang disesuaikan dengan kebutuhan.

c. Apparent Authority

Kewenangan tambahan untuk menyakinkan insured agar menAndatangani kontrak asuransi. Umumnya jenis kewenangan ini hanya terdapat pada asuransi property dan hutang.

Baca Juga : Apa Itu Polis Asuransi Jiwa? Simak Penjelasannya Disini

2. Pertimbangan-Pertimbangan

Point ini dapat disebut juga dengan elemen consideration. Merupakan suatu kekuatan yang bersifat mengikat yang menyangkut beberapa poin yang harus dijalankan yaitu:

  • Perjanjian untuk membayar kerugian oleh perusahaan asuransi.
  • Perjanjian untuk membayar premi nasabah.

3. Kekuatan Hukum

Kekuatan hukum dapat disebut juga dengan istilah legal object. Hal ini sangat penting dan harus ada dalam sebuah kontrak asuransi agar sebuah kontrak memiliki kekuatan legal yang diakui. Dan nantinya segala pernyataan yang ada dalam kontrak asuransi jiwa dapat dipertanggungjawabkan secara hukum di pengadilan jika terjadi sengketa di kemudian hari.

4. Competent Parties

Dalam sebuah kontrak ini haruslah terdapat elemen competent parties, atau juga pihak yang memiliki kapasitas legal dari sudut pandang hukum. Pengadilan hukum memiliki ketetapan yang berbeda mengenai hal ini. Ada yang dibawah 21 tahun, ada juga yang dibawah 18 tahun.

Namun terdapat 2 pihak yang tidak dapat diberlakukan dengan elemen ini yaitu:

  • Pihak minor yang tidak dapat dikenakan hukum orang dewasa.
  • Pihak yang memiliki alasan khusus seperti kurang kompeten secara mental.

5. Legal Forum

Artinya sebuah kontrak asuransi haruslah memiliki sebuah standar formal hukum yang memang diberlakukan pada negara tersebut.

Baca Juga : Apa Itu Asuransi Jiwa? Simak Lebih Dalam Disini

Prinsip Hukum dalam Kontrak Asuransi Jiwa

Prinsip Hukum dalam Kontrak Asuransi Jiwa
Sumber foto : Jasindosyariah.co.id

Dalam sebuah kontrak terdapat sebuah prinsip hukum yang harus dijalankan, yaitu:

1. Informal

Pada kontrak ini tidak memiliki metode tertentu dalam pembuatannya. Paling penting haruslah terdapat kesepakatan antara kedua belah pihak. Dalam kontrak asuransi jiwa merupakan kontrak valued contract atau sebuah kesepakatan dengan nilai tertentu.

2. Unilateral

Dalam hal ini yang memiliki kekuatan hukum hanyalah satu pihak saja, yakni perusahaan asuransi. Manfaat atas ganti rugi yang dijanjikan oleh perusahaan asuransi ini memiliki kekuatan hukum, yang apabila tidak ditepati dapat diproses sesuai dengan kesempatan yang ada. Mengapa kontrak asuransi jiwa bersifat unilateral?

Hal ini karena perusahaan asuransi memiliki kewajiban untuk menanggung resiko selama nasabah membayar premi. Sebaliknya, nasabah tidak wajib membayar premi. Namun apabila premi tidak dibayarkan maka kontrak otomatis batal.

3. Aleatory

Aleatory berarti satu pihak memberikan barang atau suatu hal yang memiliki nilai sebagai timbal balik atas kesepakatan yang memiliki syarat. Artinya pihak nasabah dapat mendapatkan ganti rugi atau imbal hasil yang bernilai jauh lebih besar dari premi yang sudah dibayarkan. Dan juga perusahaan asuransi dapat mendapatkan premi yang lebih besar daripada kewajibannya kepada nasabah.

Dalam asuransi jiwa, aleatory contract dapat dilihat dari perusahaan asuransi yang membayarkan ganti rugi saat tertanggung meninggal dunia. Namun tidak ada yang mengetahui kapan meninggalnya seseorang.

4. Adhesion

Kontrak asuransi memiliki prinsip adhesion. Artinya hanya salah satu pihak yang dapat membuat kontraknya. Yakni perusahaan asuransi, jika nasabah tidak setuju dengan isi yang tertera di dalamnya maka nasabah tidak perlu menAndatangani kontrak tersebut, yang artinya tidak terjadi kesepakatan.

Dalam kontrak asuransi jiwa tidak ada istilah tawar menawar antara dua belah pihak terkait isi kontrak. Akan tetapi tetap saja isi kontrak dibuat dengan tujuan untuk kepentingan kedua belah pihak.

Itulah tadi pengertian dari kontrak asuransi jiwa yang dapat Anda ketahui. Pada dasarnya, kontrak asuransi jiwa adalah hal yang penting. Selain itu juga terdapat penjelasan terkait elemen dan prinsip hukum yang melatarbelakangi terbentuknya kontrak asuransi jiwa. Semoga artikel ini bermanfaat.

Daftar Asuransi Jiwa dan Isi Form di https://asuransijiwa.xyz/pendaftaran/ atau menghubungi nomor HP/WA : 081803081010

Siapa Kami? Cek disini : https://asuransijiwa.xyz/tentang-agen/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.